Deja Vu

Apa jadinya jika kita bisa kembali ke masa lalu dan punya kesempatan untuk mencegah terjadinya sebuah bencana yang mengerikan? Tentu tidak semua orang mau melakukannya bukan? Tapi bagaimana jika kita merasa memiliki keterikatan batin, jauh dari yang kita sadari, dengan orang-orang yang menjadi korban bencana tersebut seolah-olah kita pernah mengenalnya dengan dekat dan seperti mengenalnya tidak dalam hitungan hari?
Inilah yang menjadi inti cerita film besutan Tony Scott yang terbaru, DeJavu. Di bintangi oleh Danzel Washington yang berperan sebagai Agen Doug Scralin, film ini dibuka oleh kemeriahan perayaan Mardi Grass oleh para angkatan laut AS beserta keluarganya di atas sebuah kapal yang berlayar di sungai kota New Orleans. Kemudian kapal terebut meledak dan menewaskan para penumpangnya.
Val Kilmer yang berperan sebagai agen FBI Pryzwarra, kemudian melibatkan Doug Scarlin dalam penyelidikan bencana tersebut. Dalam penyelidikan ini, Doug merasa pernah mengenal Claire jauh sebelum dia melihat Claire di ruang otopsi. Cliare sendiri adalah perpempuan yang tewas dan ditemukan terapung di bawah jembatan tempat meledaknya kapal feri. Menurut Doug, jika kasus kematian Claire bisa diungkap, maka akan terungkap pula dalang peledakan kapal feri tersebut.
Dalam proses penyelidikan, Doug mengetahui bahwa pemerintah Amerika Serikat telah menciptakan alat yang mampu memantau penduduk AS dan segala aktivitas mereka bahkan ketika mereka berada di dalam sebuah gedung atau rumah. Memanfaatkan alat ini, Doug dan para ilmuwan yang mengembangkan alat tersebut mencoba untuk mebongkar penyebab kematian Claire. Alat super canggih itu juga mampu mengembalikan seseorang ke masa yang lalu. Dan dengan itu pula, Doug bersikukuh kembali ke masa sebelum ledakan dahsyat itu terjadi dan mencoba menyelamatkan para korban dan terutama si Claire, perempuan kulit hitam yang dirasakan Doug lebih dekat dari yang dia bayangkan. Itulah yang dinamakan Déjà vu.
Akhir film ini, menurutku menyimpan sedikit keganjilan. Apa itu? Wah ga seru kalo ga liat sendiri filmnya.  Yang jelas film berdurasi seratus menit lebih ini “memaksa” kita untuk berpikir agak keras seraya menikmati film ini. Namun dimikian, film ini juga sangat menghibur, apalagi dinikmati di akhir pecan sambil melepaskan kepenatan setelah bekerja full senin sampai jumat. Oh ya satu saran, nikmatilah film ini di bisokop, karena sensasinya jelas akan jauh berbeda jika kita menyakisakan di televise biasa. Kecuali kalo kamu punya home theatre di rumahJ

2 thoughts on “Deja Vu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>