Amara dan Cerita Popoknya

Setelah beberapa lama vakum, akhirnya saya kembali menulis blog. Jika di tulisan sebelumnya saya masih berstatus ibu beranak satu, di tulisan kali ini saya sudah menjadi ibu beranak dua. Pada bulan Agustus 2016, saya melahirkan anak kedua yang kami beri nama Amaranggana. Panggilannya Amara. Jarak anak pertama dan kedua cukup jauh yaitu enam tahun. Hal itu memang sudah kami rencanakan. Saya dan suami sepakat untuk menambah momongan kedua setelah Cena setidaknya berusia 4 tahun. Ditambah lagi kesibukan saya mempersiapkan diri untuk lari marathon dan kuliah S2 yang jadwalnya begitu padat sehingga program anak kedua baru dimulai di sekitar akhir tahun 2015.

Karena jarak anak pertama dan kedua cukup jauh, boleh dibilang saya seperti mama baru lagi. Pengetahuan dan pengalaman merawat bayi nomor satu sudah banyak yang lupa sehingga saya perlu meng-update lagi “ilmu-ilmu” merawat bayi. Untung saja saya tergabung dengan beberapa komunitas ibu-ibu seperti The Urban Mama dan komunitas Gentle Birth sehingga sedikit banyak terbantu untuk urusan perlengkapan anak. Salah satu yang saya tanyakan sana-sini adalah soal popok sekali pakai atau diapers. Mencari tahu  merek yang oke dengan segala pro’s dan con’s . Setelah membandingkan akhirnya saya pakai Pampers. Sebenarnya saat Cena bayi dulu, saya juga termasuk pengguna setia Pampers. Dan ternyata sekarang kembali lagi memakai Pampers untuk Amara.

Nah, yang saya baru tahu bahwa Pampers pun sekarang memiliki varian Pampers Premium Care. Kemasannya berbeda Pampers yang dipakai oleh Cena dulu. Pampers Premium Care ini berkemasan warna putih tulang agak kecoklatan. Walaupun Pampers secara umum sudah dikenal karena kualitasnya, Pampers jenis memiliki kelebihan lain yaitu desainnya yang lembut dan halus. Tagline aja “Perlindungan Kulit Bintang 5″. Eh tapi bener lho, selama menggunakan Pampers Premium Care, Amara sama sekali gak kena diaper rash atau ruam popok. Permukaan tetap kering walau sudah menyerap banyak air pipis. Kok bisa ya? Ternyata karena Pampers Premium Care ini terbuat dari bahan berpori-pori mikro yang memungkinkan adanya sirkulasi udara sehingga kulit bayi bisa bernafas dan tetap sehat. Belum lagi daya serapnya yang banyak sehingga tahan sampai 10-12 jam. Kelebihan yang ini berguna banget ibu-ibu yang ngantukan seperti saya karena ga perlu sering ganti-ganti popok pas malam hari. Saat Amara  masih baru lahir saya tetap memakaikan popok kain biasa selama pagi sampai sore hari untuk memastikan frekuensi pipis Amara setidaknya 6 kali sebagai tanda kecukupan ASI.

Kelebihan lain dari Pampers Premium Care adalah mengandung krim pelembab bayi yang membuat kulit di sekitar paha dan bokong bayi senantiasa lembut. Saking “cintanya” langsung borong beberapa bungkus Pampers yang jenis newborn. Walau di kemasan tertulis sampai bayi berumur 5 kg, jenis newborn ini tetap bisa dipakai sampai Amara beratnya 5 koma sekian. Maklum Amara ini termasuk jenis bayi bongsor dan pertumbuhannya cepat banget. Sempat was-was jangan-jangan Pampers yang udah diborong gak muat di perutnya Amara yang agak “ndut” :) ). Dan ternyata masih muat. Alhamdulillah, ternyata  kualitas dan harganya sangat sebanding sehingga menurut saya Pampers Premium Care ini worth the price.